Gimana CLYH bisa ngerubah hidup kita! (Part. 1)
Assalamualakuum... Haloo reek... :D
Setelah lumayan lama aku nggak bikin postingan tentang CY buat all team, alhamdulillah akhirnya bisa menyempatkan waktu buat ngepost beberapa hal penting yang harus kita, semua anggota tim CY (Riza, Danny, Haifa, Kiky), bener-bener tau dan pahami, sebelum bisnis CY ini bener-bener jalan secara teknis.
Dan sorry juga kalo baru ngepost sekarang. Walopun jarang update, pada dasarnya CY tetep progress kok, walopun koordinasinya masih terpusat di aku aja, dan belum menjadi pekerjaan yang dikerjakan secara tim.
Btw kali ini aku ngepostnya diblog karena ada beberapa alasan.
Sebelumnya aku kasitau kalo nanti ngga bakal ada satupun kata kulyeh (yang bener secara ejaan) keluar dipost ini. Menghindari terindeks gugel aja. Soalnya yang dibahas disini nanti rahasia perusahaan, yang ngga boleh keluar kemana-mana.
Oiya.. dan tolong catet, tiap kali aku ketik huruf "CY", yang ada dipikiran adalah "that words". Bukan dibaca siway atau ceye... hehe.. just keep it in our mind. :D
Setelah lumayan lama aku nggak bikin postingan tentang CY buat all team, alhamdulillah akhirnya bisa menyempatkan waktu buat ngepost beberapa hal penting yang harus kita, semua anggota tim CY (Riza, Danny, Haifa, Kiky), bener-bener tau dan pahami, sebelum bisnis CY ini bener-bener jalan secara teknis.
Dan sorry juga kalo baru ngepost sekarang. Walopun jarang update, pada dasarnya CY tetep progress kok, walopun koordinasinya masih terpusat di aku aja, dan belum menjadi pekerjaan yang dikerjakan secara tim.
Btw kali ini aku ngepostnya diblog karena ada beberapa alasan.
1 Biar bisa lebih mudah dibacanya. berhubung pasti bakal ribet kalo bahas ini digrup
2 Cari suasana baru, bosen di FB mulu. lagian banyak distractionnya kalo sambil fesbukan
3 Biar blog yang udah terbengkalai sekian lama ini ada tulisan yang baru yang bisa dibaca. Ini baru postingan yang kedua sih. hahaha :p
Sebelumnya aku kasitau kalo nanti ngga bakal ada satupun kata kulyeh (yang bener secara ejaan) keluar dipost ini. Menghindari terindeks gugel aja. Soalnya yang dibahas disini nanti rahasia perusahaan, yang ngga boleh keluar kemana-mana.
Oiya.. dan tolong catet, tiap kali aku ketik huruf "CY", yang ada dipikiran adalah "that words". Bukan dibaca siway atau ceye... hehe.. just keep it in our mind. :D
okeh langsung aja deh masuk bahasan.
bismillaahirrahmanirrahiim
Jadi intinya sih disini aku bakal ngebahas garis besar tentang gimana kita sebagai founder akan menjalankan CY kedepannya. Tentang filosofi, pembagian saham, kualifikasi dan aturan-aturan dasar yang harus kita pahami dan lain-lain.
Tapi pertama-tama sebelum itu, aku pengen ngasitau kalian apa arti CY buatku sendiri, apa motivasi, visi dan misi pribadiku terhadap CY. Dan harapannya dari apa yang aku share nantinya bisa menjadi ferefensi buat kalian untuk bagaimana memposisikan CY dalam kehidupan kalian. :)
Jadi singkatnya sih CY buatku adalah JALAN TOL untuk meraih berbagai macam cita-cita dalam hidup. Baik cita-cita dalam hal prestasi, jaminan masa depan, idealisme maupun cita-cita spiritual.
Kenapa bisa seperti itu?
Oke sedikit cerita gimana keadaanku sekarang berkaitan dengan masa depan. Apa yang aku ceritakan ini adalah bentuk kegalauan dalam hati yang aku rasain sejak lama, dan sedikit orang yang tau tentang ini (atau secara lengkap mungkin baru kalian yang tau). Jadi silahkan dibaca baik-baik yaa... :D
Sekarang ini statusku adalah mahasiswa tahun ke 4 Teknik Fisika. Umurku akhir november ini udah 25 tahun (iya kalian nggak salah liat dan aku nggak salah ketik. Gimana ceritanya kok bisa sampe kayak gitu? Aku ceritain dilain kesempatan :) ), IPK ku saat ini 2,8 pas ga lebih ga kurang. Aku juga masih punya jatah 40 sks yang belum lulus.
Nah.. dengan keadaan seperti itu, bisa bayangin ngga, kira-kira kalo nanti aku lulus dan nyari kerja kaya gimana?
Fresh graduates dengan umur 26, hardskill dalam bidang ilmu keteknikan pas-pasan (atau malah bisa dibilang dibawah rata-rata), paling mentok-mentok aku bisanya kerja di perusahaan-perusahaan kecil dibidang industri, atau malah kerja ditempat yang nggak ada hubungannya sama sekali sama tekfis (ex: bank), yang kalau ditinjau secara finansial, besar kemungkinan incomenya kecil. Padahal sudah menjadi naluri kita sebagai mahasiswa ingin mendapatkan kerja dengan gaji yang besar (ex: pertamina, chevron, Schumbelger, dsb).
Oke itu secara materi. Keadaan lain, aku adalah anak terakhir dari 4 bersaudara. Sebagai anak terakhir, yang bisa dibilang paling dimanja sama orangtua dibanding yang lain, tentunya aku pengen banget bisa ngebahagiain orangtuaku, lebih daripada apa yang udah dilakuin sodaraku yang lain. Nah keadaannya aku udah dari lama biasa hidup jauh dari orangtua karena sejak SMA aku udah ngekost, dikuliah juga malah aku jarang pulang. Sekarang dirumah orangtuaku cuma tinggal berdua.
Kakak-kakakku juga tinggalnya lumayan jauh dari orangtua dan jarang pulang kerumah karena emang masing-masing punya kerjaan yang nggak bisa ditinggal. Makanya pasca kuliah aku pengen bisa punya banyak waktu bareng orangtuaku buat ngebayar waktu-waktu yang udah hilang selama ini, dan ngerasain hal-hal yang belum pernah aku jalani sebagai keluarga bersama orangtuaku. Tentunya kalo aku abis kuliah mutusin buat kerja profesional, udah barang tentu kondisiku nanti bakal sama dengan sodaraku.
Faktor-faktor lainnya yaaaa… sebenernya aku pengen cepet nikah juga sih. Udah nggak sabar pengen segera bisa membina keluarga samawa lah pokoknya. hahaha.. (emang secara umur udah waktunya sih. :p )
Dan sebagai mahasiswa, otakku juga udah kenyang sama “racun-racun idealisme”, terutama tentang keinginan untuk memberi kebermanfaatan ke sekitar. Nah..kasusnya banyak mahasiswa yang akhirnya berdamai dengan idealismenya ketika harus menghadapi kenyataan hidup ketika memutuskan untuk bekerja. Aku sendiri? Aku merasa idealisme-idealisme itulah yang membuat aku selama ini bisa berkembang secara pemikiran dan hati… dan sampai sekarang masih tetap dalam proses berkembang, dan masih jauh dari sekedar cukup. Karenanya aku masih ingin merangkul idealisme-idealisme itu lebih lama lagi (kalo boleh sampe umur ini habis). :)
And the last, sebagai mahasiswa juga… rasanya ada yang kurang lengkap kalau kita, selama hidup jadi mahasiswa, nggak bisa mencetak prestasi yang bisa dibanggakan sama sekali. Sampai saat inipun aku sendiri belum punya prestasi yang bisa dibanggakan. IP nggak tinggi, jadi presbem atau kahima juga nggak, jadi juara kompetisi belum pernah, exchange keluar negeri juga belum, dapet beasiswa studi lanjut ke luar negeri juga kayaknya nggak bakal. Semua prestasi itu belum pernah aku rasain. Dan mungkin kalopun aku bisa ngerasain, kebanggaan akan prestasi macem yang aku sebutin tadi sifatnya hanya sesaat, dan satu lagi. yang macem gitu mah udah MAINSTREAM (ini opiniku sendiri lo ya.. terkesan subjektif sih, tapi ya gimana lagi. Namanya juga opini. Hehe).
Pengen lah bisa nyetak prestasi yang antimainstream dan awet kebanggaannya + sisi kebermanfaatannya besar. Yaitu dengan menjadi ENTREPRENEUR (yaa... walopun sekarang udah beranjak menuju mainstream, tapi masih lama kok sampe taraf mainstreamnya ).
Nah… karena semua faktor-faktor itulah keadaanku sekarang ini posisinya bener-bener serba dalam keterpepetan. Kepepet karena untuk mencapai semua itu AKU HARUS JADI WIRAUSAHAWAN. Titik
Ketertarikanku akan dunia bisnis juga begitu besar… bahasa kerennya mungkin semacem “IT IS MY BIGGEST PASSION”. Sampe-sampe kalo dulu dari SD sampe SMA aku adalah akademisi murni, yang kalo rangkingnya keluar dari 3 besar bakal mewek sejadi-jadinya, sekarang udah disorientasi 180 derajat, sampe-sampe aku bakalan lebih ngeh dan excited kalo dapat materi tentang ekonomi, atau psikologi pasar, daripada bahas materi kuliah di bidang teknik fisika (banyakan ngantuknya sih kalo ini :p) . Tapi tenang, saya nggak akan pindah jurusan(lagi) kok gara-gara ini. Udah tinggal beberapa langkah khatam soalnya. hehe

Dan ngomong-ngomong soal passion… ketika seseorang mempunyai passion di bidang tertentu, dan memutuskan untuk bergelut dibidang itu, tentunya dia akan bekerja dengan sepenuh hati, pikiran dan tenaga, tanpa merasa susah atapun bosan. Dia akan berusaha sekuat tenaga untuk mencapai sukses dengan bidang yang sudah menjadi passionnya, walaupun orang-orang disekitarnya skeptis dan menganggap dia nggak akan berhasil, tapi justru segala keskeptisan itulah yang akan menjadi bahan bakar semangatnya untuk membalikkan kata-kata dari setiap orang yang meragukannya. Dan itulah sensasi perasaan yang ingin aku rasain, atau malah kalo boleh dibilang lagi aku rasain sekarang. :)
oke bersambung kesini yaa.... Gimana CLYH bisa ngerubah hidup kita! (Part. 2)













0 comments:
Post a Comment